Selasa, 22 Januari 2013

Rekomendasi lensa untuk kamera DSLR Canon



Karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan ke saya tentang rekomendasi lensa untuk kamera tertentu, maka saya mendedikasikan tulisan ini untuk menjawab pertanyaan saudara-saudara. Harap diingat kalau rekomendasi ini berdasarkan lensa yang tersedia sampai hari ini dan harga hanya perkiraan saja dan bisa berubah.

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 1000D, 1100D, 450D, 500D, 550D, 600D, 650D
  • Canon EF 50mm f/1.8 Rp 700-800rb – Sulit untuk tidak merekomendasikan lensa mungil dan murah ini. Termasuk lensa termurah tapi nilai kualitas yang diberikan sangat baik, terutama untuk foto portrait.
  • Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS Rp 2 juta – Lensa telefoto yang terjangkau tapi hasil yang diperoleh cukup lumayan. Biasanya digunakan untuk foto potret, candid, satwa liar dll.
  • Sigma 10-22mm f/4-5.6 HSM Rp 5.3 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Sigma 17-50mm f/2.8 OS HSM Rp 6.2 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Canon EF-S 60mm f/2.8 USM Macro Rp 4 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 40D, 50D, 60D, 7D
  • Canon EF-S 10-20mm f/3.5-5.6 Rp 6 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Canon EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM Rp 6.5 juta – Lensa untuk kegiatan sehari-hari yang lebih praktis dan lebih tajam daripada lensa zoom biasa.
  • Canon EF-S 17-55mm f/2.8 IS USM Rp 8.7 juta – Lensa praktis serbaguna, mantap di kondisi cahaya yang kurang baik.
  • Canon EF 70-200mm f/4 atau f/2.8 IS Rp 10.4  - 19 juta – Lensa telefoto untuk acara keluarga, potret, satwa liar, candid dsb. Saya menyarankan versi yang ada IS bila dana mencukupi.
  • Canon EF-S 60mm f/2.8 USM Macro Rp 4 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain
  • Canon EF 85mm f/1.8 USM Rp. 3.2 juta – Lensa ini auto fokusnya sangat cepat dan hasilnya lembut, cocok untuk foto potret kecantikan, candid atau acara olahraga di dalam ruangan seperti bola voli.

Rekomendasi lensa untuk kamera Canon 5D mk II, III, Canon 1D dan 1Ds series
  • Canon EF 16-35mm f/2.8 Rp 13.4 juta – Lensa lebar untuk foto pemandangan, arsitektur, liputan acara.
  • Canon EF  24-70mm f/2.8 Rp 12 juta – Lensa praktis untuk foto di kondisi cahaya yang gelap dan efektif membuat latar belakang kabur.
  • Canon EF 70-200mm f/2.8 IS Rp 19 juta – Lensa telefoto untuk acara keluarga, potret, satwa liar, candid dsb.
  • Canon EF 50mm f/1.2 – Rp 13.3 juta Lensa berbukaan sangat besar ini baik untuk potret kecantikan dan kondisi cahaya yang sangat gelap
  • Sigma 85mm f/1.4 HSM Rp 8 juta – Lensa fix spesialis potret kecantikan atau candid
  • Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM Macro Rp 7.3 juta – Lensa makro buat foto detail produk, serangga, bunga, makanan dan lain-lain

Tips foto orang yang pakai kacamata



Membuat foto orang yang memakai kacamata biasanya mengalami kendala apabila kita mengunakan lampu kilat. Hal ini disebabkan karena cahaya lampu kilat dari depan memantul balik ke kamera. Untuk mencegahnya bacalah tips dibawah ini:
  1. Lepaskan kacamatanya.
  2. Cara lain yaitu melepas lensa dari kacamata (bila Anda memiliki alat dan mengetahui caranya).
  3. Atur pose supaya jangan menghadap sumber cahaya (lampu kilat) secara langsung, tapi lebih menyerong ke kanan atau ke kiri, sehingga pantulannya tidak balik ke lensa tau ke samping.
  4. Geser kacamatanya sehingga mengarah sedikit kebawah, sehingga cahaya dari lampu kilat tidak dipantulkan balik ke lensa tapi ke bawah lensa.
  5. Hindari menembakkan lampu kilat secara langsung, coba memakai teknik bounce (ke langit-langit)
  6. Bila memakai lampu kilat “off camera” (dilepas dari kameranya), maka sebaiknya lampu kilatnya ditempatkan setinggi mungkin sehingga pantulan cahaya ke kacamata terpantul ke bawah tidak lurus ke lensa.

ELEGI



Karya : D. Zawawi Imron

Indonesia! Karena aku lahir di pangkuanmu, aku adalah anakmu
Aku ini membaca redup wajahmu. Segumpal mendung menutup dirimu
Air matamu mengalir seperti sungai panjang menggali luka dalam diriku
Dan burung-burung gelatik yang cantik terbang di atas sawah yang luas
Suaranya mencericit menampung napas-napas yang letih
Itu pun berbaur dengan teriak gagak
Yang mengabarkan bangkai anak- anakmu yang tak bersalah
Kelelawar-kelelawar hitam simpang siur di udara
Memekik-mekik karena diusir cerobong-cerobong perkasa
Kalau mereka lari ke hutan, hutan pun sedang terbakar
Tuhan ! Ampunilah kami karena kami masih tersesat di jalan terang
“Adik-adik yang manis! Jangan mandi di situ,
Air sungai itu bercampur limbah.
Nanti kalau kamu dewasa, kulitmu tak sempurna sebagai anak Indonesia
Aku tak ingin, kamu jadi orang asing di tanah kelahiranmu sendiri.”
Aku terkenang sebuah taman. Gundukan-gundukan tanah.
Aku yakin jasad-jasad yang jadi tulang belulang di situ lebih wangi dari bunga
Merekalah yang 50 tahun yang lalu tersungkur sambil berteriak”Merdeka!”
Dan merekalah tanah tumpah darah kami
Inilah tanah yang buncah ombaknya tak kunjung usaimenyebut nama Tuhan
Pohon-pohon dan sungai dan kerikil dan kuda-kuda yang menderita,
Dan menjahit kain sarungyang compang-camping.
Ada pun yang akan terjadi, Indonesia! Kami tetap anak-anakmu
Pemilik daratan hijau dan gunung batu
Di atas cadik yang memanjat gelombang
Kami tetap bernyanyi agar matahari esok lebih ramah lagi
Maka, di ceruk lembah itu akan kami galisebuah sumur
Dan semua orang silakan meneguk sejuk nuraninya sendiri di situ
Dan bendera itu semakin damai berkibar
Dikipas rahmat Tuhan
Dan syukur kami yang tak kunjung henti     

JALAN MENUJU RUMAHMU



Karya : Acep Zamzam Noor

Jalan menuju rumahmu kian memanjang
Udara berkabut dan dingin subuh
Membukus perbukitan. Aku menggelepar
Di tengah salak anjing dan ringkik kuda :
Engkau di mana? Angin mengupas lembar-lembar
Kulitku dan terbongkarlah kesepian dari tulang-tulang
Rusukku. Bulan semakin samar dan gemetar
Aku menyusuri pantai, menghitung lokan dan bicara
Pada batu karang. Jalan menuju rumahku kian lengang
Udara semakin tiris dan langit menaburkan serbuk gerimis
Aku pun mengalun bersama gelombang
Meliuk mengikuti topan dan jumpalitan
Bagai ikan. Tapi matamu kian tak tergambarkan
Kukit-kulit kayu, daun-daun lontar, kertas-kertas tak lagi
Menuliskan igauanku. Semua beterbangan dan hangus
Seperti putaran waktu. Kini tak ada lagi sisa
Tak ada lagi yang tinggal pada pasir dan kelopakku
Kian runcing dan pucat. Kembali aku bergulingan
Bagai cacing dan pucat. Bersujud lama sekali
Engkau siapa? Sebab telah kutatah nisan yang indah
Telah kutulis sajak-sajak paling sunyi