Selasa, 22 Januari 2013

Antara Tiga Hati



Disaat hatiku bilang cinta,
saat itu pula ku merasa sakit,
disaat hatiku sedang rindu,
saat itu ku ingin pergi jauh,
andai kau masih sendiri,
mungkin ku tak akan seperti ini,
hatiku dan hatimu,
tak mungkin dapat dipersatukan,
karna kau telah menjadi miliknya,
Sahabat sejatiku.
Saat ku coba menatap matamu,
silau mencoba mengaburkan pandanganku,
saat ku ingin bicara denganmu,
sesak di dada terasa menyiksa,
baru aku tahu,
mencintaimu adalah hal mustahil,
karena aku tak ingin merusak arti cinta.

By : winarjiyono

Ombak



Aku terdiam dalam pasrahku,
setiaku membawaku pada kepedihan,
kuikuti alunan angin yang tak bersahabat,
melemparkanku pada tamparan bebatuan,
dan menarikku kembali ke lautan,
andai aku bisa menangis,
sudah tentu aku kan menangis,
namun aku ini air,
belum sempat aku berbagi cerita pada bebatuan,
aku harus kembali ke lautan,
namun aku tenang,
karena ada pasir2 bersih yang menopangku,
ada juga ikan2 yang menghiasi tubuhku,
kini mulai kusadari,
inilah jalan takdirku,
akupun mulai mengerti,
bahwa hidup tak selamanya mengikuti impian kita.
 
By  : winarjiyono

Perpisahan



Berdenting keras jarum jam kudengar,
berlalu seakan tak mengenal waktu,
tak kusadari akhirnya diriku,
menemui hari yang kutakutkan,
kau akan segera pergi dariku,
ku takut kau kan melupakanmu,
hanya hati yang selalu mencoba,
menenangkan jeritan dari kalbuku,
sahabatku,
ingatlah diriku selalu,
jangan kau lupakan cerita kita,
sahabatku,
ku berjanji padamu,
akan mengingatmu selamanya,
dan merindukan senyummu,
sahabatku,
ini bukan akhir perjalanan kita,
namun ini lembaran baru,
dari buku yang tlah penuh,
sahabatku,
suatu saat nanti kita kan bertemu lagi,
bercanda tawa seperti dulu,
dan membuka buku lama itu.


By  : winarjiyono

Tentang Negeriku



Aku dilahirkan disini,
disaat semua orang berbangga,
hidup tanpa para penjajah,
tiada lagi belenggu dalam jiwa,
dibalik semua itu,
sering aku terhanyut dalam doaku,
berlari dari dunia ke dalam khayalku,
aku ingin hidup di jaman dahulu,
disaat semua orang masih memikirkan kebersamaan,
disaat semua orang masih mengerti dan paham akan keadilan,
disaat semua orang masih dapat bercanda dalam kepedihan hati,
disaat semua orang belum sempat memikirkan kekayaan,
disaat semua orang tak punya waktu,
untuk mempelajari manipulasi,
kini semua tlah berubah,
tak ada lagi para kompeni,
tak ada lagi kerja rodi,
tinggalah meriam tikus negara yang semakin menjamur,
menghancurkan sumsum vital setiap kehidupan.


 By: winarjiyono